Struktur Organisasi Profesi Keperawatan

Hai perawat semuanya kini saya ulas tentang struktur organisasi prrofesi keperawatan siapa tau bsok kita bisa jadi pemimpin di rumah sakit untuk bekal sebalumnya mari kita belajar tentang struktur organisasi profesi keperawatan sekiranya ulasan saya belum komplik menurut anda semua bisa di modifikasi sendiri. salam sejahtera buat tenaga medis semuanya semoga sukses selalu. amin


Struktur Organisasi Profesi Keperawatan


a. Pengertian

Organisasi profesi adalah organisasi yang terdiri dari para praktisi yang menetapkan diri sebagai ahli yang mampu dan bergabung bersama melaksanakan fungsi sosial yang tidak dapat dilakukan sendiri2 serta merupakan asosiasi yang bersifat sukarela.

Organisasi profesi merupakan organisasi yang anggotanya adalah para praktisi yang menetapkan diri mereka sebagai profesi dan bergabung bersama untuk melaksanakan fungsi-fungsi sosial yang tidak dapat mereka laksanakan dalam kapasitas mereka seagai individu.

b. Tujuan

Untuk mencapai persatuan dan kesatuan yang kokoh diantaranya anggotanya, peningkatan mutu dan kesejahteraan anggotanya disertai peninkatan mutu pelayanan, serta terjalinnya hubungan kerjasama yang baik dengan organisasi profesi lain

c. Ciri-Ciri Organisasi Profesi

ada 3 ciri organisasi sebagai berikut :
  1. Umumnya untuk satu profesi hanya terdapat satu organisasi profesi yang para anggotanya berasal dari satu profesi, dalam arti telah menyelesaikan pendidikan dengan dasar ilmu yang sama
  2. Misi utama organisasi profesi adalah untuk merumuskan kode etik dan kompetensi profesi serta memperjuangkan otonomi profesi
  3. Kegiatan pokok organisasi profesi adalah menetapkan serta merumuskan standar pelayanan profesi, standar pendidikan dan pelatihan profesi serta menetapkan kebijakan profesi
d. Peran organisasi profesi
  1. Pembina, pengembang dan pengawas terhadap mutu pendidikan keperawatan
  2. Pembina, pengembang dan pengawas terhadap pelayanan keperawatan
  3. Pembina serta pengembang ilmu pengetahuan dan teknologi keperawatan
  4. Pembina, pengembang dan pengawas kehidupan profesi
e. Fungsi organisasi profesi

1. Bidang pendidikan keperawatan
  • Menetapkan standar pendidikan keperawatan
  • Mengembangkan pendidikan keperawatan berjenjang lanjut
2. Bidang pelayanan keperawatan
a. Menetapkan standar profesi keperawatan
  • Memberikan izin praktik
  • Memberikan regsitrasi tenaga keperawatan
  • Menyusun dan memberlakukan kode etik keperawatan
3. Bidang IPTEK
  • Merencanakan, melaksanakan dan mengawasai riset keperawatan
  • Merencanakan, melaksanakan dan mengawasi perkembangan IPTEK dalam keperawatan
4. Bidang kehidupan profesi
  • Membina, mengawasi organisasi profesi
  • Membina kerjasama dengan pemerintah, masyarakat, profesi lain dan antar anggota
  • Membina kerjasama dengan organisasi profei sejenis dengan negara lain
  • Membina, mengupayakan dan mengawasi kesejahteraan anggota
f. Manfaat organisasi profesi
Menurut Breckon (1989) manfat organisasi profesi mencakup 4 hal yaitu :
  1. Mengembangkan dan memajukan profesi
  2. Menertibkan dan memperluas ruang gerak profesi
  3. Menghimpun dan menyatukan pendapat warga profesi
  4. Memberikan kesempatan pada semua anggota untuk berkarya dan berperan aktif dalam mengembangkan dan memajukan profesi
Organisasi keperawatan tingkat nasional yang merupakan wadah bagi perawat di Indonesia adalah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) yang didirikan pada tanggal 17 Maret 1974 dan merupakan gabungan dari berbagai organisasi keperawatan saat itu.

PPNI pada awalnya terbentuk dari penggabungan beberapa organisasi keperawatan seperti IPI (Ikatan Perawat Indonesia), PPI (Persatuan Perawat Indonesia), IGPI (Ikatan Guru Perawat Indonesia), IPWI (Ikatan Perawat Wanita Indonesia). Dalam penggabungan ini IBI (Ikatan Bidan Indonesia) tidak ikut serta karena mempunyai anggapan bahwa bidan adalah profesi sendiri.

Setiap orang yang telah menyelesaikan pendidikan keperawatan yang sah dapat mendaftarkan diri sebagai anggota PPNI dan semua siswa/mahasiswa keperawatan yang sedang belajar dapat disebut calon anggota.

g. Tujuan PPNI
  1. Membina dan mengambangkan organisasi profesi keperawatan antara lain : persatuan dan kesatuan,kerja sama dengan pihak lain dan pembinaan manajemen organisasi
  2. Membina, mengambangkan dan mengawasi mutu pendidikan keperawatan di Indonesia
  3. Membina dan mengembangkan IPTEK keperawatan di Indonesia
  4. Membina dan mengupayakan kesejahteraan anggota
h. Fungsi PPNI
  1. Sebagai wadah tenaga keperawatan yang memiliki kesatuan kehendak sesuai dengan posisi jabatan, profesi dan lingkungan untuk mencapai tujuan organisasi
  2. Mengembangkan dan mengamalkan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada program-program pembangunan manusia secara holistic tanpa membedakan golongan, suku, keturunan, agama/kepercayaan terhadap Tuhan YME
  3. Menampung,memadukan,menyalurkan dan memperjuangkan aspirasi tenaga keperawatan serta mengembangkan keprofesian dan kesejahteraan tenaga keperawatan.

STRUKTUR ORGANISASI PPNI

h. Jenjang organisasi
1. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPNI
2. Dewan Pimpinan Daerah Tingkat I (DPD I) PPNI
3. Dewan Pimpinan Daerah Tingkat II (DPP II) PPNI
4. Komisariat PPNI (pengurus pada institusi dengan jumlah anggota 25 orang)
i. Struktur organisasi tingkat pusat
1. Ketua umum
Ketua-ketua :
a. Pembinaan Organisasi
b. Pembinaan pendidikan dan latihan
c. Pembinaan pelayanan
d. Pembinaan IPTEK
e. Pembinaan kesejahteraan
2. Sekretaris Jenderal

Sekretaris berjumlah 5 orang yang dibagi sesuai dengan pembidangan ketua-ketua dan Departemen
  • Departemen organisasi, keanggotaan dan kaderisasi
  • Departemen pendidikan
  • Departemen pelatihan
  • Departemen pelayanan di RS
  • Departemen pelayanan di puskesmas
  • Departemen penelitian
  • Departemen hubungan luar negeri
  • Departemen kesejahteraan anggota
  • Departemen pembinaan yayasan
Lama kepengurusan adalah 5 tahun dan dipilih dalam Musyawarah Nasional atau Musyawarah Daerah yang juga diselenggarakan untuk :
  1. Menyempurnakan AD / ART
  2. Perumusan program kerja
  3. Pemilihan Pengurus
PPNI juga menyelenggarakan rapat pimpinan (rapim) dan rapat pimpinan daerah (rapimda) setiap 2 tahun sekali dalam rangka evaluasi dan penyempurnaan program kerja berikutnya. Selain itu, PPNI juga mengadakan rapat bulanan atau harian sesuai dengan kebutuhan. Keanggotaan PPNI biasanya terdiri dari tenaga perawat. Namun demikian terdapat juga anggota non – perawat yang telah berjasa dibidang keperawatan dan mereka ini termasuk dalam anggota luar biasa/kehormatan.

Sumber dana PPNI : uang pangkal, iuran bulanan dan sumber-sumber lain yang sah.

j. Program kerja utama PPNI :
  • Pembinaan organisasi dan keanggotaan
  • Pengembangan dan pembinaan pendidikan
  • Pengembangan dan pembinaan serta pendidikan dan latihan keperawatan
  • Pengembangan dan pembinaan pelayanan keperawatan di rumah sakit
  • Pengembangan dan pembinaan pelayanan keperawatan di puskesmas
  • Pembinaan dan Pengembangan IPTEK
  • Pembinaan dan Pengembangan kerja sama dengan profesi lain dan organisasi keperawatan internacional
  • Pembinaan dan Pengembangan sumber daya/yayasan
  • Pembinaan dan Pengembangan kesejahteraan anggota
Antisipasi yang harus dilakukan PPNI dalam rangka memenuhi tuntutan masyarakat akan pelayanan keperawatan yang berkualitas dan dalam rangka profesionalisasi keperawatan adalah dengan melakukan upaya antara lain :
  1. Membenahi sistem pendidikan keperawatan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat serta pelayanan kesehatan utama (PHC) dengan landasan yang kokoh yang meliputi wawasan keilmuan, orientasi pendidikan dan kerangka konsep pendidikan keperawatan profesional yang berfokus pada penguasaan iptek keperawatan
  2. Membenahi sistem pelayanan keperawatan. Upaya ini dapat dilakukan dengan selalu berusaha memberikan asuhan keperawatan yang profesional dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan. Dalam rangka menopang keterlaksanaan asuhan keperawatan profesional diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas. Untuk itu diperlukan pengembangan kemauan tenaga keperawatan secara kualitatif dan kuantitatif dan juga advokasi terhadap perawat.
  3. Membenahi kinerja PPNI. Dalam hal ini sangat mendesak untuk mengoptimalkan peran dan fungsinya,sehingga mampu mengangkat citra keperawatan,menyusun standar pelayanan/praktik keperawatan dan memelihara kesejahteraan anggota.
  4. Mendesiminasikan pengertian keperawatan profesional serta lingkup peran,fungsi,tanggung jawab, dan kewenangan profesi keperawatan kepada masyarakat luas dan para penyusun/pengambil kebijakan.
k. Kewajiban Anggota PPNI
  • Menjunjung tinggi, mentaati dan mengamalkan AD dan ART organisasi.
  • Membayar uang pangkal dan uang iuran kecuali anggota penghormatan
  • Mentaati dan menjalankan segala keputusan
  • Menghadiri rapat yang diadakan organisasi
  • Menyampaikan usul untuk mencapai tujuan yang digariskan dalam program kerja
  • Memelihara kerukunan dalam organisasi secara konsekwen
  • Setiap anggota baru yang diterima menjadi anggota membayar uang pangkal dan uang iuran
l. Hak Anggota PPNI
  • Semua anggota berhak mendapat pembelaan dan perlindungan dari organisasi dalam hal yang benar dan adil dalam rangka tujuan organisasi
  • Semua anggota berhak mendapat kesempatan dalam menambah dan mengambangkan ilmu serta kecakapannya yang diadakan oleh organisasi
  • Semua anggota berhak menghadiri rapat, memberi usul baik lisan maupun tulisan
  • Semua anggota kecuali anggota kehormatan yang mempunyai hak untuk memilih dan dipilih sebagai pengurus dan dipilih sebagai pengurus atau perawatan atau perwakilan organisasi
m. Tugas pokok PPNI
  • Bidang pembinaan organisasi; PPNI bertugas membina kelembagaan anggotanya dan akder kepemimpinan
  • Bidang pembinaan profesi ; PPNI bertugas meningkatkan mutu pelayanan, penghayatan dan pengamalan kode etik perawat, mengutamakan terbentuknya peraturan perundang-undangan keperawatan serta mengembangkan ilmu dan teknologi keperawatan
  • Bidang kesejahteraan anggota; PPNI bertugas membina hubungan kerja sama dengan organisasi dan lembaga lain didalam maupun diluar negeri
n. Keanggotaan PPNI ada 2 yaitu:

1. Anggota biasa
  • WNI, tidak terlibat organisasi terlarang.
  • Lulus bidang pendidikan keperawatan formal dan disahkan oleh pemerintah
  • Sanggup aktif mengikuti kegiatan yang ditentukan organisasi
  • Penyatakan diri untuk menjadi anggota
2. Anggota kehormatan

Syaratnya sama dengan anggota biasa yaitu pada butir a, c, d, dan bukan berasal dari pendidikan perawatan tetapi telah berjasa terhadap organisasi PPNI yang ditetapkan oleh DPP (dewan pimpinan pusat)

Daftar pustaka
  • http://syehaceh.wordpress.com/2008/06/03/organisasi-profesi-keperawatan/
  • http://www.sulut.go.id/ppni/ppni.html
  • http://syehaceh.wordpress.com/2008/06/03/organisasi-profesi-keperawatan/

0 Response to "Struktur Organisasi Profesi Keperawatan"

Posting Komentar

Berikanlah Kritik Dan Saran Yang Bisa membangun Blog ini,

Jangan Kawatir Saya Akan Berkunjung Balik Ke Blog Sobat Semuanya

AdBlock Detected!

Like this blog? Keep us running by whitelisting this blog in your ad blocker.


Suka Blog ini? Please disable your Adblocker to access this site! Thanks. Harap nonaktifkan Adblocker Anda untuk mengakses situs ini! Terimakasih.

This is Perawatina this blog in your ad blocker.

Thank you!

×